Halal Bihalal PGRI Kuningan 2026: Bupati Tekankan Peran Guru sebagai Penentu Masa Depan Daerah
Kuningan – Momentum Halal Bihalal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kuningan dalam rangka Idul Fitri 1447 H berlangsung hangat dan penuh makna. Kegiatan ini digelar di Aula Sekretariat PGRI Kuningan Selasa (7/4/2026)
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, bersama jajaran penting seperti Sekretaris Dinas Pendidikan, perwakilan Kementerian Agama, kuasa hukum PGRI, serta pengurus PGRI se-Kabupaten Kuningan.
Mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Menebar Kebaikan”, acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi peran guru dalam pembangunan daerah.
Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali ke fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.
“Melalui halal bihalal ini, kita mempererat kebersamaan dan memperkuat komitmen dalam memajukan dunia pendidikan,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya dukungan dan motivasi dari pemerintah daerah, khususnya kepada para pengurus dan anggota PGRI, termasuk perhatian terhadap isu-isu strategis seperti pengembangan pendidikan berbasis kerja sama dengan perguruan tinggi secara daring.
Selain itu, Ida menyoroti pentingnya perhatian terhadap regulasi PPPK serta penyelesaian persoalan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) yang masih menjadi tantangan di lapangan.
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menyampaikan pesan reflektif sekaligus strategis.
“Mari kita saling memaafkan, membersihkan hati. Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah, kami mohon maaf jika selama ini ada kekhilafan,” ucapnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa masa depan Kuningan sangat ditentukan oleh kualitas guru hari ini.
“Visi Kuningan Melesat hanya bisa tercapai jika kita berdedikasi. Guru adalah ujung tombaknya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya implementasi nilai-nilai puasa dalam kehidupan sehari-hari, serta perlunya menjaga kekompakan dan profesionalisme di era digital.
Bupati Dian juga menyinggung soal sistem dan peluang bagi generasi muda dalam birokrasi pendidikan.
“Saya tidak melihat tua atau muda, bukan soal penampilan. Yang penting adalah kompetensi dan aturan yang jelas. Anak muda juga harus diberi ruang untuk maju dan membawa perubahan mindset,” jelasnya.
Ia mengkritisi sistem yang cenderung hanya mendorong senioritas, dan menegaskan pentingnya regulasi yang lebih inklusif, termasuk dalam pengangkatan kepala sekolah.
Menutup sambutannya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, menitipkan harapan besar kepada PGRI sebagai organisasi profesi yang solid untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Guru tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial. Ini kunci dalam membentuk generasi masa depan,” pungkasnya.
(Wr)
Comments
Post a Comment